WhatsApp Image 2020 03 16 at 090250Purwodadi –Bupati bersama FORKOPIMDA Kabupaten Grobogan menggelar Rakor Peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan virus corona di Gedung Ritaloka Setda pada senin pagi (16/3). Rakor yang dipimpin Sekretaris Daerah, DR. Ir. Moh. Sumarsono, M.Si tersebut dimaksudkan untuk mengambil langkah-langkah yang harus segera dilakukan dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus corona di Kabupaten Grobogan.

Sementara itu Bupati Grobogan, Sri Sumarni,SH.MM mengatakan dengan mewabahnya virus corona di Indonesia, Pemkab Grobogan menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar melaksanakan kesiap siagaan dan melakukan sosialisasi kewaspadaan dan pengendalian resiko penularan infeksi covid-19 di wilayah Kabupaten Grobogan.

“Kita tidak perlu panik, namun tetap waspada. Maka kami minta kepada semua OPD untuk segera mensosialisasikan instruksi tersebut kepada masayarakat dan menghimbau agar masyarakat tidak bepergian dulu atau membatasi aktivitas di luar rumah dan biasakan mencuci tangan, membatasi kontak dengan orang lain dan tetap menjaga kebersihan lingkungan,” tegas Bupati.

Dari laporan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, dr. Slamet kasus corona di Kabupaten Grobogan belum diketemukan. Namun dari hasil pemeriksaan bagi tenaga asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten Grobogan juga masih dinyatakan sehat.

“TKA yang ada di Grobogan seluruhnya ada 61 orang. Setelah kami periksa bersama-sama dengan Dinas Tenaga Kerja semuanya dinyatakan sehat. Tidak terindikasi terkena virus corona. Hingga kini masih ada 22 orang TKA yang bekerja di wilayah Kabupaten Grobogan, sisanya sudah pulang dan dari 22 orang yang masih bekerja tersebut tetap dalam pemantauan kami,” imbuhnya.

Guna penanganan kasus Corona, RSUD R. Soedjati Kabupaten Grobogan telah menyiapkan 5 ruang isolasi yakni 4 ruang isolasi untuk dewasa dan 1 ruang isolasi untuk anak-anak.

Ketua DPRD Kabupaten Grobogan, Agus Siswanto, S.Sos menegaskan agar semua pihak bersinergi untuk mengatasi virus corona, termasuk kesiagaan RSUD dalam kesiapan penanganan pasien corona.

“Walaupun sampai saat ini kita masih dinyatakan zero, namun kita perlu melibatkan semua lini dan pihak untuk bergotong royong, bersinergi tidak ego sektoral untuk bersama-sama mencegah dan mengatasi penyebaran virus corona,” tandasnya.

Di akhir rakor, Sekda menegaskan apa yang menjadi instruksi Bupati untuk segera disosialisasikan kepada masyarakat, serta meminta kepada Dinas Kesehatan dan RSUD untuk bersama-sama memenuhi kebutuhan sarpras yang diperlukan untuk pencegahan dan penanganan kasus corona serta meminta kepada semua pihak untuk bersinergi mencegah serta mengatasi penularan infeksi virus corona di kabupaten Grobogan.

(Kontributor: ANS/4z15)