WhatsApp Image 2020 04 01 at 110504Riptaloka – Bertempat di Gedung Riptaloka Setda Grobogan, Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2021 Pemkab Grobogan digelar secara virtual ditengah kondisi pandemic covid-19.

“Harusnya pelaksanaan musrenbang ini kita laksanakan pada 17 Maret lalu karena pandemic covid-19 maka kita tunda. Dan pada hari ini baru kita laksanakan melalui sarana telekomunikasi tele conference dengan mematuhi protocol kesehatan,” Jelas Anang Armunanto, Kepala Bappeda Grobogan, Senin (1/4).

Musrenbang dibuka secara resmi oleh Bupati Grobogan, dihadiri sejumlah Forkopimda bersama kepala Bappeda Kabupaten Grobogan di Gedung Riptaloka. Untuk peserta musrenbang lainnya berada di sejumlah lokasi yang sudah disiapkan. Antara lain, di ruang rapat paripurna dewan, aula dinas pendidikan, DPUPR, Dispermasdes, ruang rapat wakil bupati, ruang masing-masing bagian, kecamatan hingga kantor Bappeda Provinsi Jateng. Pelaksanaan musrenbang ini tetap memperhatikan SOP pencegahan Covid-19.

Bupati Sri Sumarni menegaskan, disamping keberhasilan serta prestasi yang sudah diraih selama ini, masih ada sejumlah hal yang perlu diselesaikan dan mendapat perhatian serius dari semua pihak. Antara lain, masalah kemiskinan, kematian ibu dan bayi, stunting, indek pembangunan manusia, laju inflasi, peningkatan kualitas SDM, dan pelayanan publik, masih perlu menjadi fokus perhatian yang harus diprioritaskan.

Terkait kondisi itu, bupati meminta agar dalam forum diskusi dalam pelaksanaan Musrenbang, supaya mencermati program kegiatan yang diprioritaskan harus mendukung penyelesaian beberapa PR yang ada. Meski demikian, ditengah keterbatasan anggaran, tentunya semua pihak harus memahami bahwa tidak semua kegiatan yang diusulkan bisa mendapat alokasi dana melalui APBD.

“Hasil musrenbang ini nantinya akan jadi dasar untuk menerapkan kebijakan atau program pembangunan yang akan dilakukan pada tahun 2021. Untuk itu masukan dari berbagai pihak kita perlukan dalam musrenbang ini. Seperti dari LSM, tokoh masyarakat, organisasi profesi, dan anggota DPRD,” imbuhnya.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Moh. Sumarsono menyebutkan bahwa isu strategis di tahun 2021 antara lain rendahnya infrastruktur rawan bencana, layanan air minum, belum optimalnya kualitas tata kelola pemerintahan dan layanan publik. Sedangkan untuk skala prioritas tahun 2021 adalah peningkatan kualitas SDM, peningkatan tata kelola pemerintahan dan layanan publik serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

(Kontributor : ANS/4z15)