corona webPurwodadi – Bupati Grobogan, Sri Sumarni bersama Dandim 0717 Purwodadi dan Kapolres Grobogan melaksanakan sidak di berbagai tempat layanan kesehatan, Jumat (20/3).

Menurut bupati hal tersebut perlu dilakukan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di wilayah kabupaten Grobogan. Dari laporan Bupati per Kamis tanggal 9 Maret jumlah yang dilakukan penyelidikan epidiomologi sebanyak 23 orang dengan total keseluruhan adalah 70 orang.

“Hari ini dari penyelidikan epidiomologi sejumlah 23 orang dengan total keseluruhan sebanyak 70 orang. ODP (Orang Dalam Pemantauan) baru 3 orang dengan total kumulatif 7 orang. PDP (Psien Dalam Pengawasan) baru 3 orang dengan kumulatif saat ini 6 orang. Makanya pada pagi ini dilakukan penyemproatan lanjutan yang terdiri atas Satpol, TNI, Polri, PMI sebanyak 60 petugas dan 10 orang pendamping guna melakukan penyemprotan di kantor-kantor OPD, fasilitas umum, tempat-tempat ibadah dan di sekolah-sekolah.”  Tegas Bupati.

Bupati juga menambahkan dalam upaya pencegahan virus tersebut, Pemkab Grobogan menggelontorkan anggaran sebesar 1,6 miliar untuk alokasi di Dinas Kesehatan dan 3,5 miliar untuk alokasi di RSUD R. Soedjati.

Sementeara itu Kepala Dinkes Kabupaten Grobogan melaporkan kegiatan pencegahan yang telah dilakukan pihakya telah melakukan pengawasan tim survalens Puskesmas pada masyarakat dengan riwayat bepergian di tempat dengan kasus corona, serta melakukan penyluhan keliling distribusi masker dan hand sanitizer, penyiapan RSUD sebagai rujukan line-2 kasus corona dan pembentukan pusat layanan tanggap darurat kesehatan.

Sementara itu Kepala RSUD R. Soedjati Purwodadi, dr. Bambang Pujiyanto mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan ruang isolasi 5 kamar dan 10 ruang lagi yang masih dalam pengembangan.

(Kontributor : ANS/4z15)

WhatsApp Image 2020 03 16 at 090250Purwodadi –Bupati bersama FORKOPIMDA Kabupaten Grobogan menggelar Rakor Peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan virus corona di Gedung Ritaloka Setda pada senin pagi (16/3). Rakor yang dipimpin Sekretaris Daerah, DR. Ir. Moh. Sumarsono, M.Si tersebut dimaksudkan untuk mengambil langkah-langkah yang harus segera dilakukan dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus corona di Kabupaten Grobogan.

Sementara itu Bupati Grobogan, Sri Sumarni,SH.MM mengatakan dengan mewabahnya virus corona di Indonesia, Pemkab Grobogan menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar melaksanakan kesiap siagaan dan melakukan sosialisasi kewaspadaan dan pengendalian resiko penularan infeksi covid-19 di wilayah Kabupaten Grobogan.

“Kita tidak perlu panik, namun tetap waspada. Maka kami minta kepada semua OPD untuk segera mensosialisasikan instruksi tersebut kepada masayarakat dan menghimbau agar masyarakat tidak bepergian dulu atau membatasi aktivitas di luar rumah dan biasakan mencuci tangan, membatasi kontak dengan orang lain dan tetap menjaga kebersihan lingkungan,” tegas Bupati.

Dari laporan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, dr. Slamet kasus corona di Kabupaten Grobogan belum diketemukan. Namun dari hasil pemeriksaan bagi tenaga asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten Grobogan juga masih dinyatakan sehat.

“TKA yang ada di Grobogan seluruhnya ada 61 orang. Setelah kami periksa bersama-sama dengan Dinas Tenaga Kerja semuanya dinyatakan sehat. Tidak terindikasi terkena virus corona. Hingga kini masih ada 22 orang TKA yang bekerja di wilayah Kabupaten Grobogan, sisanya sudah pulang dan dari 22 orang yang masih bekerja tersebut tetap dalam pemantauan kami,” imbuhnya.

Guna penanganan kasus Corona, RSUD R. Soedjati Kabupaten Grobogan telah menyiapkan 5 ruang isolasi yakni 4 ruang isolasi untuk dewasa dan 1 ruang isolasi untuk anak-anak.

Ketua DPRD Kabupaten Grobogan, Agus Siswanto, S.Sos menegaskan agar semua pihak bersinergi untuk mengatasi virus corona, termasuk kesiagaan RSUD dalam kesiapan penanganan pasien corona.

“Walaupun sampai saat ini kita masih dinyatakan zero, namun kita perlu melibatkan semua lini dan pihak untuk bergotong royong, bersinergi tidak ego sektoral untuk bersama-sama mencegah dan mengatasi penyebaran virus corona,” tandasnya.

Di akhir rakor, Sekda menegaskan apa yang menjadi instruksi Bupati untuk segera disosialisasikan kepada masyarakat, serta meminta kepada Dinas Kesehatan dan RSUD untuk bersama-sama memenuhi kebutuhan sarpras yang diperlukan untuk pencegahan dan penanganan kasus corona serta meminta kepada semua pihak untuk bersinergi mencegah serta mengatasi penularan infeksi virus corona di kabupaten Grobogan.

(Kontributor: ANS/4z15)

Gerak cepat menyikapi dan mengantisipasi penyebaran *virus Covid.19/ Corona Virus*:

 
1. Seluruh OPD, Camat, Kades/lurah, agar menenangkan masyarakat untuk *TIDAK PANIK*, tapi *TETAP WASPADA* , dengan membiasakan PHBS, antara lain : cuci tangan pakai sabun, makan dan istirahat cukup.
2. Dinas Kesehatan : agar mengkoordinasikan ke jajaranya sampai tk. Kec dan Desa, unt pengawasan dan gerak cepat dlm antisipasi/penanganan jk ditemukan indikasi ;
3. Dinas Pendidikan, agar mengkoordinasikan kpd semua satuan pendidikan, dengan pembelajaran PHBS, menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun, dan indentifikasi anak didik yg muncul gejala, serta koordinasi dg petugas kuesehatan terdekat ;
4. RSUD, meskipun bukan RS rujukan, agar antisipasi terhadap penanganan pasien dlm pengawasan/ pemantauan, jika perlu menyediakan ruang khusus (jk perlu UGD khusus), menyediakan fasilitas dan sarpras standar, baik unt pasien maupun tenaga kes;
5. Disnaker, agar melakukan pengawasan/pemantauan thdp Naker dari LN, maupun yg baru pulang dr LN ;
6. Dinsos, dibantu Bakesbang- Satpol, agar kerjasama dg Polres, unt pemantauan apotik/toko obat, unt tdk terjadi penimbunan masker, sanitizer dan sejenisnya ;
7. Dishub, agar kerjasama dg Polres, unt pengawasan thdap keluar/masuk masyrakat dari dan ke luar daerah ;
8. Diskominfo, agar bisa menjadi *pusat informasi*, unt penyampaian berita yg tepat kpd masyarakat/publik ;
9. BPBD, agar koordinasi dg Dinkes dan RSUD, serta faskes swasta, unt meningkatkan antisipasi, kesiapsiagaan dan tanggap darurat, jk diperlukan.
10. DLH, agar mempertimbangkan, penundaan sementara keg. CFD;
11.OPD lain agar melakukan antisipasi, sesuai peran tupoksi masing2 ;
12. Keg2 yg bersifat masal, kerumunan org banyak yg belum teragendakan dlm waktu dekat, agar dikoordinasikan lebih lanjut dg terkait, jk perlu ditunda semantara.
13. Hal2 lain sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.
 
SEMOGA KITA SEMUA SEHAT, TERHINDAR DARI SEGALA PENYAKIT.
JANGAN LUPA BERD'OA SEMOGA ALLAH.SWT MELINDUNGI KITA... AAMIIN.