Uncategorised

WhatsApp Image 2021 09 30 at 09.35.05GROBOGAN – Dalam rangkaian panen jagung Nusantara Bersama Menteri Pertanian, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H. M.Si, M.H., bersama Bupati Grobogan, Sri Sumarni, S.H., M.M. dan Forkopimda Kabupaten Grobogan melakukan panen jagung Nusantara di Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan dalam rangka Hari Tani Nasional 2021. Peringatan Hari Tani Nasional itu dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia lainnya secara virtual, Rabu (29/9).

Bupati Grobogan, Sri Sumarni, S.H., M.M. mengatakan Kabupaten Grobogan salah satu lumbung pangan Provinsi Jawa Tengah. Untuk jagung, perkiraan luas panen 2021 mencapai 121.200 hektar dengan produksi 783.700 dan sehingga ketersediaan jagung jagung di Grobogan siap memasok kebutuhan pakan ternak.

“Saya minta agar petani menikmati hasil panen, jangan impor jagung. Dengan adanya impor, harga jagung langsung jatuh. Kita bisa lihat di Desa Banjarsari ini dikelilingi tanaman jagung siap panen di bulan September sampai akhir tahun,” terang Bupati Grobogan.

 

Bupati Grobogan menyebutkan luas panen Kabupaten Grobogan pada September ini adalah 27.432 hektar dengan jumlah produksi sebesar 126.592 Ton dan pada Oktober seluas 8.712 hektar dengan produksi 40.781 Ton. Harga jagung dengan kadar air 17% sebesar Rp 5.000/kg dan kadar air 30% Rp 3.500 hingga Rp 4.000/kg.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, atas perhatian, dukungan dan bantuan berupa benih, pupuk dan bantuan prasarana dan sarana lainnya, sehingga capaian produktivitas jagung di Kabupaten Grobogan akan meningkat,” ungkap Bupati Grobogan.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H. menekankan pentingnya penanganan pasca panen agar jagung petani dapat lebih baik dengan harga yang bagus. Penanganan pasca panen pun penting agar petani cepat melakukan penanaman kembali. Lahan tidak boleh kita biarkan menganggur, justru lahan jagung harus semakin bertambah dan produksinya pun naik.

Menteri Pertanian RI juga mendorong Pemerintah Daerah untuk dapat menggunakan dana KUR agar usaha pertanian, khususnya jagung terus berjalan semakin maju.

“Kita tanam bersama-sama semaksimal mungkin. Kebijakan Bapak Presiden menyediakan KUR sangat bagus. Untuk sektor pertanian kita gunakan KUR Rp 55 Triliun dimana capaiannya hanya 0,003 persen. Saya ajak semua Pemerintah Daerah untuk gunakan KUR,” pinta Menteri Pertanian RI.

Pada panen jagung tersebut, Menteri Pertanian RI juga menyaksikan penandatangan nota kesepahaman antara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan dengan PT. Dalu Nusra Agribisnis selaku pelaku usaha tentang kemitraan penyediaan stok jagung pakan ternak. Nota kesepahaman itu dilakukan dalam rangka upaya penyediaan stok jagung untuk pakan ternak sehingga pasokan jagung ke peternak benar-benar terjamin.

(Kontributor: Gn, Lthf, An-LJ,)

Written by Admin Setda