- Admin Setda
- Read Time: 1 min
| Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat | Sun |
|---|---|---|---|---|---|---|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
|
15
|
16
|
17
|
18
|
19
|
20
|
21
|
|
22
|
23
|
24
|
25
|
26
|
27
|
28
|
|
29
|
30
|
31
| ||||

Purwodadi—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan memastikan investasi pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda. Hal ini diwujudkan melalui sosialisasi pendidikan antikorupsi yang menyasar langsung pelajar.
Pada Jumat (28/11/2025), Sekda Anang Armunanto menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi yang diselenggarakan Inspektorat Kabupaten Grobogan di SMA N 1 Purwodadi. Kegiatan yang diikuti siswa kelas XII ini disambut baik, mengingat pembekalan karakter integritas sangat penting bagi generasi penerus.
Dalam paparannya, Sekda mengajak para siswa memahami dampak korupsi dan menegaskan sembilan nilai dasar yang menjadi benteng. Nilai-nilai tersebut dirangkum dalam akronim "Jumat Bersepeda KK" (Jujur, Mandiri, Tanggung jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja keras).

Sekda Anang menekankan bahwa integritas dimulai dari hal sederhana di lingkungan sekolah, seperti kejujuran saat ujian, disiplin masuk sekolah, tanggung jawab mengerjakan tugas, dan menghargai waktu belajar.
Sekda juga mengajak para siswa merenungkan cita-cita mereka, kemudian menilai sejauh mana usaha yang sudah dilakukan. Pertanyaan sederhana seperti “Apa cita-citamu?”, “Bagaimana usahamu untuk meraihnya?”, dan “Apakah langkahmu sudah terukur?” menjadi ajakan untuk membentuk karakter yang konsisten antara pikiran, ucapan, dan tindakan.
"Kebahagiaan adalah ketika apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu katakan, dan apa yang kamu perbuat berjalan seiring selaras," ujar Sekda mengutip Mahatma Gandhi.
Kepala SMA N 1 Purwodadi, Sri Puji Astuti, menyampaikan apresiasi mendalam atas hadirnya sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda sekolah, tetapi dorongan moral bagi siswa untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini. “Sosialisasi seperti ini sangat penting. Dari aksi kecil hari ini tentang pentingnya sikap jujur, akan tumbuh pribadi berintegritas yang berani menjunjung nilai kebenaran,” ungkapnya.

Plt. Inspektur Grobogan, Nur Nawanta, menambahkan bahwa pendidikan antikorupsi ditujukan untuk membekali generasi muda dengan integritas, rasa malu, dan empati—nilai yang menjadi benteng ketika mereka menghadapi tantangan di masa depan. Acara ini juga menghadirkan narasumber dari Komunitas Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (KOMPAK API), Master Nanang, sebagai penguat materi karakter dan perilaku antikorupsi.
Melalui pendidikan karakter yang terus diperkuat, Pemkab Grobogan berharap generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan berani menjunjung nilai kebenaran. Inilah jaminan, agar masa depan Grobogan diisi oleh generasi yang jujur dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi daerah. (jsa)

Purwodadi—Pelayanan publik yang tertib sering bermula dari bagaimana sebuah instansi mengelola informasi. Di tengah kebutuhan koordinasi yang semakin kompleks—mulai dari rapat internal, kunjungan pimpinan, hingga komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan memperkenalkan langkah baru untuk merapikan alur kerja melalui peluncuran aplikasi Sistem Informasi Agenda dan Komunikasi Pimpinan (SIAGA KOPI).
Aplikasi tersebut diperkenalkan secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Sekda, Catur Suhantoro, dalam pertemuan di ruang rapat lantai 1 Setda pada Kamis (27/11/2025). Di hadapan peserta dari seluruh perangkat daerah, Catur menegaskan bahwa inovasi digital ini lahir dari kebutuhan nyata untuk meningkatkan kualitas layanan dan mempercepat proses komunikasi di lingkungan pemerintahan.
“Peluncuran SIAGA KOPI ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efisiensi kerja,” ujarnya.
Ia berharap aplikasi ini mampu memperkuat koordinasi lintas unit sehingga setiap agenda pemerintahan dapat berjalan lebih tertib dan minim hambatan. “Saya juga berharap SIAGA KOPI dapat menjadi contoh inovasi pelayanan publik yang bisa diimplementasikan di seluruh instansi di Kabupaten Grobogan,” tambahnya.
Kebutuhan akan sistem yang lebih presisi itu berangkat dari pengalaman harian Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan yang selalu bersinggungan dengan padatnya agenda pimpinan. Agus Darmanto, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan sekaligus pencetus aplikasi ini, menjelaskan bahwa keprotokolan menuntut ketepatan lebih dari sekadar daftar kegiatan. Waktu, lokasi, susunan acara, hingga detail teknis perlu tersaji jelas agar sebuah kegiatan dapat berlangsung sesuai rencana.
“Agenda digunakan untuk mengatur jadwal kegiatan pejabat atau tamu, sehingga kegiatan berjalan lancar dan sesuai dengan rencana,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa agenda yang baik bukan hanya memandu teknis acara, tetapi juga membantu mengurangi kesalahan dan menjaga mutu penyelenggaraan.
Dalam praktiknya, banyak agenda pimpinan yang melibatkan pihak eksternal—mulai dari lembaga, komunitas, hingga media. Melalui SIAGA KOPI, alur informasi yang dibutuhkan humas dan media mitra dapat terbaca lebih jelas sejak awal, sehingga koordinasi publikasi maupun peliputan menjadi lebih terarah. Transparansi alur kerja ini membuat pemerintah hadir lebih siap, lebih responsif, dan lebih komunikatif.
Dengan SIAGA KOPI, Pemkab Grobogan berupaya menghadirkan tata kelola yang lebih presisi: agenda yang terkonsolidasi, komunikasi yang lebih cepat, dan koordinasi yang tidak lagi bergantung pada mekanisme manual. Langkah ini mengingatkan bahwa perbaikan birokrasi sering dimulai dari pembenahan alur informasi—sebuah perubahan yang mungkin tampak sederhana, namun memberi dampak besar bagi kelancaran pelayanan, kualitas acara, serta hubungan pemerintah dengan publik dan media yang turut mengawalnya. (jsa)
Page 3 of 323
Hari Ini 798
Kemarin 3562
Minggu Ini 8025
Bulan Ini 18292
Seluruh 1593831
Currently are 578 guests and no members online