Grobogan - Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan (Asisten I Sekda) Drs. Mokamat, M.Si berharap Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Utama menjadi sebuah gaya hidup masyarakat secara berkelanjutan. “Artinya deklarasi STBM Utama saat ini bukanlah akhir. Namun sebagai awal untuk mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat secara berkelanjutan”, terang Drs. Mokamat, M.Si.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Deklarasi Desa STBM Utama di wilayah kecamatan Wirosari Tahun 2022, Senin (12/12/2022).
Asisten I Sekda menerangkan bahwa dalam penyelenggaraan STBM berkelanjutan ini segenap masyarakat hendaknya menerapkan 5 (lima) pilar STBM secara konsekuan. Kelima pilar tersebut adalah stop buang air besar sembarangan, rajin mencuci tangan memakai sabun, pengamanan makanan dan minuman rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limban cair rumah tangga.
Lebih lanjut, pihaknya meyakini, pendekatan STBM 5 pilar ini merupakan metode yang efektif dan efisien dalam upaya merubah perilaku masyarakat. Selain itu, menurutnya, pendekatan ini pun begitu cocok untuk diimplementasikan pada penanggulangan penyakit berbasis lingkungan hingga stunting.“Trias Epidemiologi penyakit ini terdiri dari agent, host dan enviroment yang saling keterkaitan dan tidak bisa terpisahkan. Jika ingin memutus rantai penyebaran penyakit terutama penyakit berbasis lingkungan perlu dikendalikan 3 hal dalam trias epidemiologi penyakit tersebut. Dengan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakarat (STBM) 5 pilar yang diyakini sebagai pendekatan yang efektif dan efisien terutama dalam merubah perilaku masyarakat ”, terangnya
Pihaknya menjelaskan bahwa kegiatan deklarasi STBM merupakan kegiatan untuk memberitahu khalayak umum akan keberhasilan Desa dalam penyelenggaraan STBM sesuai dengan ketentuan. STBM ini menjadi salah satu pilar agar mencapai Desa Sehat terutama dalam tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri.
“Dengan mewujudkan Desa yang sehat akan menurunkan angka kejadian penyakit di Desa dan tentunya meningkatkan produktifitas masyarakat”, ujarnya.
STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program STBM memiliki indikator outcome dan output. Indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.
Sedangkan indikator output STBM adalah sebagai berikut: a) Setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF); b) Setiap rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga; c) Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar; d) Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar; e) Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar.
(Kontributor: Protkompim— JSA)