Grobogan - Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M., meminta pengurus beserta anggota Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kabupaten Grobogan masa bakti 2022-2026 menjalankan perannya secara optimal dan mampu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam penanganan kasus stunting, penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB), penurunan kemiskinan ekstrim, dan permasalahan lainnya.
“Agar semua pengurus bisa bekerja sama, bahu-membahu menjalankan perannya masing-masing secara optimal, memiliki komitmen yang tinggi, sehingga dapat memaksimalkan kerja konkritnya, membantu pemerintah Kabupaten Grobogan dalam mengatasi prioritas masalah Kesehatan, seperti menurunkan AKI/AKB, menurunkan angka prevalensi stunting, penurunan angka kemiskinan ekstrem dan lainnya”, ujar Bupati Sri Sumarni.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Grobogan Masa Bakti 2022-2026, Halal Bihalal dan Pelatihan SIAP, SIMONA, serta SIPNAP di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Sabtu (6/5/2023).
Pihaknya juga meminta Siti Zulifat, Ketua IAI Cabang Grobogan masa bakti 2022-2026, beserta jajaran pengurus dan anggota agar melaksanakan standar pelayanan kefarmasian di apotek dengan optimal.
“Pastikan tidak ada peredaran obat ilegal sehingga masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan obat-obatan yang aman dan berkualitas”, tegasnya.
Selain itu, Bupati Sri Sumarni juga mengajak para apoteker bersama-sama melakukan reformasi di bidang kefarmasian, termasuk memprioritaskan penyediaan obat buatan dalam negeri.“Karena berdikari dalam obat-obatan dan alat kesehatan harus menjadi prioritas kita bersama. Hal ini perlu menyinergikan seluruh kekuatan baik Pemerintah, profesionalitas Apoteker, maupun dunia industri obat dalam negeri”, ujarnya.
Sementara Siti Zulifat menyampaikan bahwa IAI Cabang Grobogan siap menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik dengan stakeholder Kabupaten Grobogan, organisasi profesi tenaga kesehatan lainnya, dan institusi lainnya.Lanjutnya, dirinya menjelaskan bahwa tantangan apoteker dewasa ini tidak hanya berkutat pada masalah obat. Melainkan, lebih kearah bagaimana menjalin komunikasi yang baik dengan pasien, bagaimana mengedukasi pasien dengan melibatkan empati dan simpati kepada pasien. Oleh karenanya, pihaknya meminta apoteker meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku untuk dapat melaksanakan interaksi langsung dengan pasien.
“Pemahaman apoteker kepada tantangan ke depan agar senantiasa mengikuti perkembangan kekinian dalam hal kefarmasian terutama dalam dua hal yang menjadi perhatian apoteker saat ini, yakni pemahaman pada perundang-undangan yang berlaku maupun yang akan berlaku, dan pekembangan teknologi di dunia perfarmasian terutama peningkatan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi”, terangnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Pengurus Daerah IAI Jawa Tengah, Kabag Perencanaan Polres Grobogan, Ketua IDI Kabupaten Grobogan, Perwakilan Dinkes Kabupaten Grobogan, Perwakilan DPMPTSP Kabupaten Grobogan, jajaran pengurus dan anggota IAI Kabupaten Grobogan.
(Protkompim— JSA)