×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 83

Falsafah Jawa dan Etika Pekerjaan di Tengah ASN Kabupaten Grobogan

WhatsApp Image 2023 12 11 at 07.57.00Purwodadi - Suasana pagi di Kabupaten Grobogan terbuka cerah, seiring dengan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), BAPPEDA, BPPKAD, dan Satpol PP Kabupaten Grobogan yang berkumpul di halaman Setda, Senin pagi (11/12/2023). Mereka tak hanya hadir untuk apel rutin, tetapi juga untuk meresapi falsafah Jawa yang dihadirkan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Asisten Sekda), Catur Suhantoro, S.H., M.M.

Dengan karisma yang khas, Asisten Sekda Catur Suhantoro membuka apel pagi dengan menggugah hati ASN melalui falsafah Jawa dalam tugas keseharian. "Ajining raga gumantung saka busana, ajining diri gumantung saka ing lathi," ujar Catur, merangkai kata-kata yang mengajak ASN untuk merenungi makna dan dampak ketertiban berpakaian terhadap citra diri dan kinerja serta kehati-hatian dalam berlisan.

WhatsApp Image 2023 12 11 at 07.57.11Menyoroti pentingnya berpakaian rapi dan tertib, Catur menekankan bahwa hal tersebut tak selalu terkait dengan kemewahan pakaian. "Pakaian tidak harus mahal, tetapi berpakaian rapi dan tertib sudah menciptakan citra positif," tuturnya. Menurutnya, citra positif ini menjadi kunci untuk menciptakan kondusifitas di lingkungan kerja yang akhirnya berdampak positif pada kinerja.

Berkaitan dengan aturan berpakaian, Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2022 menjadi pegangan yang mengatur tata cara Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan. Sebagai ASN, Catur Suhantoro juga mengingatkan akan pentingnya mematuhi Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil yang mengatur kewajiban dan larangan PNS. Dengan mengatur 17 kewajiban dan 14 larangan PNS, pemerintah berusaha memberikan landasan yang jelas untuk menjaga disiplin dan integritas.

“PP Nomor 94 Tahun 2021 agar dipedomani”, tegasnya.

Dalam konteks media sosial dan politik yang semakin kompleks, Catur Suhantoro memberikan nasihat bijak dengan merujuk pada falsafah Jawa,”Ajining diri gumantung saka ing lathi”. Mengacu pada falsafah Jawa, ia menyoroti pentingnya menjaga ucapan dan perilaku di dunia maya. "Ucapan dan lisan kita memiliki dampak signifikan pada citra diri. Kita harus pandai-pandai menjaga kata-kata kita agar memberikan dampak positif," ujarnya.

Terakhir, Catur Suhantoro menekankan kontrol diri dalam bermedia sosial di tengah tahun politik. "Kalau dulu lebih ke lisan, sekarang jari-jari kita harus kita kendalikan. Kita tidak usah terpancing di medsos untuk berkomentar, dan semcamnya, kita harus lebih fokus pada pekerjaan kita sehari-hari," pungkasnya, memberikan semangat untuk tetap fokus pada tugas dan tanggung jawab masing-masing di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

(Protkompim— JSA)