×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 83

Pemkab Grobogan Komitmen Bebas Frambusia

WhatsApp Image 2023 10 17 at 10.21.28Grobogan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan berkomitmen mewujudkan Kabupaten Grobogan bebas frambusia. Frambusia adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum Pertenue. Frambusia dikenal juga sebagai patek.

“Kita semua berkomitmen, untuk mewujudkan Kabupaten Grobogan bebas frambusia. Karena itu, semua harus bergerak bersama, gotong royong, bahu membahu, untuk melakukan berbagai upaya agar tujuan ini tercapai”, ujar Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M.

Itu disampaikan Bupati Sri Sumarni saat membuka acara Penilaian Sertifikasi Bebas Frambusia di Firdausia Ballroom Hotel Grand Master Purwodadi, Selasa (17/10/2023).

WhatsApp Image 2023 10 17 at 10.21.30Bupati Sri Sumarni mengatakan penyakit frambusia ini hampir diabaikan. Ia meminta segenap pemangku kepentingan agar memberikan perhatian serius, baik dalam upaya pencegahan maupun penanganannya.

“Kita harus pastikan bahwa semua yang diduga mengidap Frambusia, harus diperiksa untuk segera mendapatkan penanganan. Sehingga tidak ada lagi kasus Frambusia di Kabupaten Grobogan”, jelasnya.

 Apalagi, kata dia, Pemerintah menargetkan 514 Kabupaten/Kota memperoleh sertifikasi bebas Frambusia pada tahun 2024 mendatang.

“Pada tahun 2024, Pemerintah Indonesia menargetkan untuk 514 Kabupaten/Kota memperoleh sertifikasi bebas frambusia”, terangnya.

Bupati mengapresiasi jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan yang secara masif terus melakukan promosi kesehatan, melalui sosialisasi, pemasangan baliho, media sosial, surat kabar dan siaran radio, terkait Frambusia. Sehingga hal itu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.

WhatsApp Image 2023 10 17 at 10.21.24Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr. Slamet Widodo menjelaskan 30 (Unit Pelaksana Teknis Daerah) UPTD Puskesmas telah melakukan skrining pada 1.067 pelajar usia kurang dari 15 tahun pada januari hingga september 2023.

“Skrining dilakukan pada pelajar kelas III sampai VI SD/MI serta ponpes (pondok pesantren)  yang ada di Kabupaten Grobogan. Dari 1.067 anak, sebanyak 903 anak dilakukan rapid tes dengan pengambilan sediaan darah jari. Hasilnya semua anak negatif frambusia,” ujarnya.

Menurut dr. Slamet Widodo, penyakit frambusia ini bisa menular langsung antar manusia yang disebabkan oleh infeksi kronis bakteri Treponema Pertenue dan pada umumnya terlihat sebagai lesi atau luka pada kulit serta dapat menyebabkan cacat pada tulang.

"Penularannya melalui lalat atau melalui kontak langsung dari cairan luka penderita ke orang yang mempunyai kulit yang luka atau tidak utuh," tambahnya.

Adapun Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Irma Makkiah mengharapkan Penilaian Sertifikasi Eradikasi Frambusia yang dilaksanakan di Kabupaten Grobogan ini turut menyukseskan Jawa Tengah bebas frambusia 2024.  Kata dia kriteria dalam penilaian sertifikasi Eradikasi Frambusia ini antara lain Promosi Kesehatan (Promkes), Pengendalian Faktor Risiko dan Surveilans.

(Protkompim—JSA-hnst%)