- Admin Setda
- Read Time: 1 min

Purwodadi — Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan menghadirkan rangkaian Pasar Murah di sembilan lokasi di delapan kecamatan. Kegiatan yang dimulai 9 Februari ini berakhir hari ini, Kamis (12/3/2026), di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Grobogan, sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Bupati Grobogan Setyo Hadi hadir menutup kegiatan sekaligus meninjau stand-stand pasar. Saat berkeliling, Bupati membeli beberapa parsel bagi pengunjung. “Setiap kali menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional, utamanya Idulfitri, selalu terjadi peningkatan konsumsi kebutuhan pokok. Kondisi ini otomatis mempengaruhi ketersediaan dan harga barang,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan. “Saya berpesan tidak perlu memborong belanja yang berlebihan, belanja sesuai dengan kebutuhan saja, karena pemerintah akan berupaya menjamin ketersediaan bahan pokok masyarakat,” kata Bupati.
Selain membantu menjaga harga, kegiatan ini memberi kesempatan bagi pelaku UMKM dan IKM lokal memasarkan produk olahan pangan dan kebutuhan sehari-hari, sehingga roda ekonomi lokal tetap bergerak. “Masyarakat dapat membeli produk mereka dengan harga lebih wajar, sementara pelaku UMKM dan IKM mendapat kesempatan memasarkan hasil usahanya,” tambahnya.

Bupati juga menyoroti kerja sama lintas pihak yang terjalin selama pasar murah berlangsung. Ia menyampaikan apresiasi kepada perangkat daerah, BUMN, BUMD, organisasi profesi dan kemasyarakatan, serta pelaku UMKM dan IKM yang mendukung kelancaran kegiatan. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan peran pemerintah yang hadir di saat masyarakat membutuhkan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, Pradana Setyawan, menjelaskan pasar murah digelar dalam dua skema. Pertama, subsidi komoditas bagi penerima kupon, yang mencakup beras medium 5 kg/paket Rp 45.000 sebanyak 3.630 paket, minyak goreng 1 liter Rp 15.000 sebanyak 7.450 paket, gula pasir 1 kg Rp 14.000 sebanyak 7.450 paket, telur 1 kg Rp 24.000 sebanyak 3.225 paket, mie instan 5 bungkus Rp 10.000 sebanyak 20.500 paket, dan sirup 620 ml Rp 16.000 sebanyak 3.300 paket. Kedua, penjualan bebas oleh pelaku usaha yang tergabung dalam UMKM, IKM, koperasi, dan pasar tani, di mana masyarakat bisa membeli produk olahan pangan dan kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih wajar.
Di penutupan, juga dibagikan paket sembako gratis dari perbankan, organisasi kemasyarakatan, dan pelaku usaha industri lokal, antara lain BPR BKK Purwodadi 300 paket, Bank Jateng 100 paket, Bank Purwa Artha 100 paket, Adinda Catering 250 paket, IWAPI 30 paket, GOW 70 paket, Bhayangkari 10 paket, Semen Grobogan dan Nufeed 150 paket, Color Rhyme Indonesia 100 paket, serta beberapa perusahaan industri dan UMKM 85 paket. Sebanyak 42 stand hadir menyediakan kebutuhan pokok, olahan makanan, dan produk lain dengan harga lebih rendah dari pasar umum, memberi masyarakat lebih banyak pilihan.
Momentum Pasar Murah ini menunjukkan pendekatan pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan publik yang langsung terasa. Pemerintah hadir bukan sekadar dalam distribusi, tetapi turut menjaga harga tetap wajar, mendukung aktivitas ekonomi lokal, dan membantu warga yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyeimbangkan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan sosial yang saling mendukung. (jsa)





