- Read Time: 1 min
Purwodadi - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menyerahkan 3.000 sertifikat tanah kepada rakyat di Stadion Krida Bhakti, Kabupaten Grobogan, pada Selasa (23/01/2024). Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menegaskan bahwa sertifikat yang diberikan adalah bukti legalitas kepemilikan atas tanah yang dimiliki.
“Kalau sudah pegang ini (Sertipikat), di sini ada nama pemegang hak, luas tanah, alamat di sini, semuanya komplit. Kalau ada orang datang, ‘ini tanah saya’, bukan, ini tanah saya, ini sertipikatnya. Udah diem", ujarnya.
Tambahnya, “Kalau sudah pegang sertipikat, tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita milikki, mpun, adem, ayem”.
Presiden Jokowi memberikan izin kepada masyarakat untuk menggunakan sertifikat tersebut untuk keperluan lain. Namun, Presiden mengingatkan agar menggunakan sertipikat tersebut dengan bijak.
"Ini bisa ‘disekolahkan’. Disekolahne mboten napa-napa, ning dietang. Kalau mau dipakai pinjam di Bank, dipakai buat jaminan, buat agunan, tapi dihitung, saget nyicil mboten bulannane, bisa ngangsur ngga bulanannya,” tambahnya.
Presiden juga mendorong agar sertifikat yang digunakan sebagai jaminan di bank dapat dijadikan modal usaha atau modal kerja. Kepala Negara memperingatkan masyarakat untuk menghindari pembelian barang mewah dengan menggunakan pinjaman tersebut.
Presiden juga menyatakan kegembiraannya. Pasalnya, berdasarkan laporan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto, bahwa semua bidang tanah di Kabupaten Grobogan telah memiliki sertifikat dan sudah dipegang oleh masyarakat.
Hadi Tjahjanto menyampaikan progres pendaftaran tanah di Provinsi Jawa Tengah dari perkiraan jumlah seluruh bidang tanah sebanyak 23,6 juta bidang tanah dan sebanyak 20,2 juta bidang tanah sudah terdaftar. Ia menambahkan, pada tahun 2023, penambahan nilai dari hasil pensertipikatan tanah se-Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp.99,7 Triliun, dan 97 %-nya beredar di masyarakat melalui hak tanggungan.
Sementara, progres pendaftaran tanah di Kabupaten Grobogan, kata dia, dari estimasi 939 ribu bidang tanah sebanyak 932 ribu bidang tanah telah terdaftar. “Sebentar lagi Kabupaten grobogan ini menjadi Kabupaten lengkap karna semua bidang tanah sudah terdaftar”, terangnya.
Mantan Panglima TNI ini menambahkan bahwa pada tahun 2023, penambahan nilai ekonomi dari hasil pensertipikatan tanah di Kabupaten Grobogan mencapai 2.3 Triliun, dan 97% diantaranya beredar di masyarakat melalui hak tanggungan.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Hadi Tjahjanto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, serta Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M.
(Protkompim—JSA)

Sekda Anang mengatakan, dari 79 peserta yang mengikuti pembukaan pelatihan pada 8 November 2023 lalu, hanya 57 yang dinyatakan lolos oleh IM Japan setelah melalui evaluasi bahasa Jepang dan fisik. Peserta yang lolos ini akan mengikuti seleksi nasional di Bekasi, sebelum akhirnya diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti program pemagangan selama tiga tahun.
Purwodadi - Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan mencapai pencapaian luar biasa pada tahun 2023, meraih jumlah dana sebesar Rp.1.323.119.000,00. Angka ini melebihi prestasi tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp.1.303.916.100,00.
Apresiasi dan ucapan terima kasih juga disampaikan kepada PMI atas peran serta aktifnya dalam kegiatan pemerintah daerah, khususnya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dalam pernyataannya, Sekda mengungkapkan, "Atas nama Pemerintah Daerah, saya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas peran serta PMI dalam setiap kegiatan Pemerintah Daerah, dan hadir langsung di tengah Masyarakat dalam berbagai even, khususnya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, yang didasari atas kemanusiaan dengan berlandaskan kesukarelaan.”