- Admin Setda
- Read Time: 1 min
Yogyakarta —Di sela-sela keikutsertaannya pada kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) 2 DPRD Kabupaten Grobogan ke DPRD Kota Yogyakarta, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si., mengadakan rapat penting dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Grobogan pada Senin (8/7/2024). Rapat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) demi mencapai target keuangan daerah yang lebih baik.
Dalam rapat tersebut, Sekda Anang menekankan pentingnya mencermati kembali berbagai jenis pendapatan asli daerah yang bisa dioptimalkan. "Dari sisi pendapatan, sebisa mungkin kita cermati kembali dari pendapatan asli daerah. Mana jenis pendapatan daerah yang memungkinkan bisa kita optimalkan penambahannya. Secara tepat tolong dihitung pajak daerah, retribusi daerah, atau dari lain-lain pendapatan asli daerah yang sah yang bisa ditingkatkan," ungkap Anang.
Ia juga meminta agar TAPD berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait pendapatan dari retribusi dan pajak, seperti pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). "Koordinasikan dengan provinsi terkait pendapatan dari retribusi dan pajak, sehingga bisa menghitung target dan realisasi sampai akhir tahun," tambahnya.
Rapat tersebut digelar bersamaan dengan keikutsertaan Sekda pada kunjungan kerja Pansus 2 DPRD Kabupaten Grobogan yang bertujuan mengumpulkan informasi dan masukan mengenai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Grobogan tahun 2025-2045.
Optimasi pendapatan asli daerah menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Grobogan. Pendapatan asli daerah yang optimal akan sangat membantu dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan di Kabupaten Grobogan.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Kabupaten Grobogan dapat meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan dan berkelanjutan, serta memperbaiki target keuangan hingga akhir tahun. Pendekatan yang lebih terstruktur dan terkoordinasi ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Grobogan.
(Protkompim-JSA)
Purwodadi — Kasus kekerasan berbasis gender dan anak di Kabupaten Grobogan masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten. Pada tahun 2024, tercatat 23 kasus yang dilaporkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Swatantra. Angka ini masih tergolong tinggi dan memprihatinkan. Hal ini diungkapkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Drs. Kurnia Saniadi, M.Si., saat memberikan arahan pada apel pagi ASN dan karyawan-karyawati di lingkungan Sekretariat Daerah, Bappeda, BPPKAD, dan Satpol PP Kabupaten Grobogan, Senin (8/7/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Kurnia Saniadi menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus kekerasan yang mayoritas korbannya adalah anak usia sekolah dasar. Menurutnya, angka ini masih sangat tinggi dan mengkhawatirkan. Oleh karena itu, ia mengajak kepada segenap ASN harus berperan aktif dalam menyosialisasikan keberadaan P2TP2A Swatantra agar masyarakat mengetahui ada tempat yang siap membantu dan menangani kasus kekerasan berbasis gender dan anak.
Gubug — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si., menghadiri Majelis Dzikir dan Maulidurrasul SAW di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Minggu (7/8/2024). Acara ini diadakan untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1446 H dan memperingati haul Syekh Abdurrohman Ganjur serta Syekh Sirojuddin.
Dalam acara yang diadakan oleh Jamaah Al Khidmah ini, Sekda Anang menyampaikan apresiasi dari Bupati Sri Sumarni. Kata dia, Pemerintah Kabupaten Grobogan sangat mendukung kegiatan seperti ini karena sejalan dengan visi Grobogan yang beriman dan berbudaya.