- Admin Setda
- Read Time: 1 min
Purwodadi — Kasus kekerasan berbasis gender dan anak di Kabupaten Grobogan masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten. Pada tahun 2024, tercatat 23 kasus yang dilaporkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Swatantra. Angka ini masih tergolong tinggi dan memprihatinkan. Hal ini diungkapkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Drs. Kurnia Saniadi, M.Si., saat memberikan arahan pada apel pagi ASN dan karyawan-karyawati di lingkungan Sekretariat Daerah, Bappeda, BPPKAD, dan Satpol PP Kabupaten Grobogan, Senin (8/7/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Kurnia Saniadi menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus kekerasan yang mayoritas korbannya adalah anak usia sekolah dasar. Menurutnya, angka ini masih sangat tinggi dan mengkhawatirkan. Oleh karena itu, ia mengajak kepada segenap ASN harus berperan aktif dalam menyosialisasikan keberadaan P2TP2A Swatantra agar masyarakat mengetahui ada tempat yang siap membantu dan menangani kasus kekerasan berbasis gender dan anak.
P2TP2A Swatantra merupakan unit pelayanan terpadu yang menangani korban kekerasan berbasis gender dan anak di Kabupaten Grobogan. Kurnia Saniadi meminta seluruh ASN dan karyawan-karyawati untuk turut serta dalam menyebarluaskan informasi tentang P2TP2A ini. Harapannya dengan sosialisasi yang intensif dan tepat sasaran pemerintah dapat memastikan korban kekerasan mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Untuk melaporkan tindak kekerasan berbasis gender dan anak, masyarakat dapat langsung datang ke P2TP2A Swatantra yang beralamat di Jalan S. Parman Nomor 43 Purwodadi, dekat RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi. Layanan pelaporan juga bisa dilakukan melalui WhatsApp di nomor 082243450806 atau dengan mengikuti akun Instagram Swatantra.
Kurnia Saniadi juga menegaskan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menangani dan mencegah kekerasan berbasis gender dan anak. Dengan peran serta seluruh komponen masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak di Kabupaten Grobogan. Kesadaran dan peran aktif kita semua sangat dibutuhkan untuk menekan angka kekerasan ini.
Dengan adanya sosialisasi yang lebih intensif, diharapkan kesadaran masyarakat akan keberadaan dan fungsi P2TP2A Swatantra meningkat, sehingga angka kekerasan berbasis gender dan anak dapat terus ditekan dan ditangani dengan baik.
(Protkompim - JSA)
Gubug — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si., menghadiri Majelis Dzikir dan Maulidurrasul SAW di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Minggu (7/8/2024). Acara ini diadakan untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1446 H dan memperingati haul Syekh Abdurrohman Ganjur serta Syekh Sirojuddin.
Dalam acara yang diadakan oleh Jamaah Al Khidmah ini, Sekda Anang menyampaikan apresiasi dari Bupati Sri Sumarni. Kata dia, Pemerintah Kabupaten Grobogan sangat mendukung kegiatan seperti ini karena sejalan dengan visi Grobogan yang beriman dan berbudaya.
Purwodadi – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, memimpin rapat penting bersama BPJS Kesehatan Kantor Layanan Operasional Kabupaten Grobogan pada Jumat (5/7/2024). Rapat ini dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan dan dihadiri oleh Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD), Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (Kabid SDK), serta sejumlah staf terkait.
Diskusi konstruktif antara berbagai pihak yang hadir menyoroti kondisi keuangan daerah serta potensi alokasi anggaran untuk mendukung program UHC. Sinergi antarinstansi menjadi salah satu poin penting yang dibahas dalam upaya mencapai target tersebut.