- Read Time: 1 min
Grobogan - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan Dr. Ir. Mohamad Sumarsono, M.Si menyampaikan upaya penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara sentralistik. Lanjutnya, harus ada upaya kesiapsiagaan masyarakat berbasis komunitas sebagai komponen utama dalam upaya mengurangi resiko bencana.
“Bahwa ketika terjadi bencana, yang paling banyak menolong, atau yang paling bisa mengurangi resiko bencana itu bukan petugas bencana tetapi masyarakat, masyarakat yang dekat dengan domisili kita. Oleh karena itu masyarakat harus siap menghadapi bencana”, ujar Sekda Sumarsono.
Itu disampaikannya saat membuka Gladi dan Simulasi Bencana di Lingkungan Setda Grobogan dalam Rangka Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di Gedung Riptaloka Setda Grobogan, Selasa (2/5/2023).
Pada momen tersebut, dirinya berharap kegiatan-kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan simulasi kesiapsiagaan menghadapi bencana semakin banyak mengajak keterlibatan masyarakat, perangkat desa, dan segenap komponen penta helix. Hal ini agar kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana bisa menjadi budaya yang mengakar di masyarakat.
“Mari kita manfaatkan momentum ini untuk melibatkan sebanyak-banyaknya partisipasi masyarakat, perangkat desa segenap komponen penta helix supaya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana bisa menjadi budaya yang mengakar di Masyarakat Kabupaten Grobogan”, terangnya.
Sekda Sumarsono menambahkan penanganan keadaan darurat tidak bisa hanya sebatas penanganan ketika dan sudah terjadi, dan hanya bersifat sementara, tetapi harus menyentuh substansi dan akar masalahnya. Oleh karena itu, kondisi darurat harus dipahami sebagai salah satu proses berkesinambungan dalam keseluruhan pengelolaan resiko bahaya itu sendiri.
Sementara itu, Kabid I Pencegahan dan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Grobogan, Nani Racmaniarti menyampaikan kegiatan gladi dan simulasi bencana ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana pada semua pihak serta memperkuat kapasitas peserta dalam melakukan evakuasi mandiri.
Adapun sasaran kegiatan ini pegawai di lingkungan Setda Grobogan, Anggota Satpol PP dan Damkar, PMI, dan staf BPBD Kabupaten Grobogan serta awak media massa.
(Protkompim: JSA)

