- Read Time: 1 min
Grobogan – Setelah melalui tahap demi tahap seleksi program pemagangan ke Jepang, sebanyak 79 (tujuh puluh sembilan) orang akan mengikuti Pelatihan Pra Pemberangkatan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2024 - 11 / Ke – 363. Pelatihan akan diselenggarakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Grobogan selama 72 jam pelajaran (JP).
Pemagangan ke Jepang ini merupakan program kerjasama Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemenaker RI) dengan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan) dan difasilitasi Pemerintah Kabupaten Grobogan.
“Sebanyak 79 (tujuh puluh sembilan) peserta dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Grobogan, Kuningan, Bandung, Demak, Kudus, Garut, Sukoharjo, dan Pati telah hadir pada pagi hari ini siap untuk mengikuti pelatihan daerah”
Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Anang Armunanto, S.Sos., M.Si. mengungkapkan hal itu saat memberikan arahan pada Pembukaan Pelatihan Pra Pemberangkatan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2024 - 11 / Ke - 363 Kerjasama Kemenaker RI - IM Japan dengan Pemkab Grobogan di BLK, Rabu (8/11/2023)
“Saya ucapkan selamat datang kepada teman-teman semua atas kedatangannya di Kabupaten Grobogan”, imbuhnya.
Kepada para peserta pelatihan, Sekda Anang Armunanto berpesan agar dapat mengikuti pelatihan secara serius dan sungguh-sungguh. Menurutnya, ilmu dan ketrampilan yang para peserta dapatkan dalam pelatihan ini, tidak hanya sekadar tahap mempersiapkan diri untuk magang di Jepang, melainkan juga akan membantu para peserta untuk menjadi pekerja ataupun wirausahawan yang sukses di kemudian hari.
Sekda menyebut para peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan orang-orang terpilih yang memiliki semangat juang dan keinginan kuat untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kompetensi, dan tentu saja harapan dalam memperbaiki kualitas hidup ke arah yang lebih baik.
Hal itu dibuktikan dengan banyaknya rangkaian proses seleksi program pemagangan ke Jepang yang harus dilalui. Adapun tahap seleksi program magang kerja ke Jepang ini di mulai dari seleksi administrasi, tes matematika, tes kesemaptaan tubuh, tes ketahanan fisik, tes wawancara, Medical check up, hingga tes bahasa Jepang.
“Pelatihan daerah tahap ini menjadi bagian dalam langkah kalian menggapai asa untuk dapat magang kerja di Jepang, karena itu kuatkanlah niat kalian di imbangi dengan usaha yang keras dan doa yang tidak berkesudahan”, pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Grobogan, Drs. Teguh Harjo Kusumo R, M.Si menyebut bahwa para peserta pelatihan ini telah melalui evaluasi yang komprehensif hasil belajar para peserta meliputi evaluasi Bahasa Jepang, budaya Jepang, dan juga kecakapan fisik.
(Protkompim— JSA-HNsT)
Purwodadi — Empati memiliki peran penting dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Empati membuat perumus kebijakan maupun petugas pelayanan mampu memahami kebutuhan dari persepsi dan sudut pandang masyarakat yang langsung merasakan kondisinya. Sehingga, rumusan kebijakan maupun pelayanan yang diberikan dapat memprioritaskan masyarakat dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat itu.
Itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam acara Fasilitasi Pengelolaan Pengaduan bagi Pejabat Pengaduan pada Seluruh Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan yang diselenggarakan di Gedung Riptaloka Sekretariat Daerah (Setda) Grobogan, Selasa (7/11/2023).
Kenteng – Bupati Grobogan, Sri Sumarni meresmikan penggunaan sumur bantuan dari Polres Grobogan di Desa Kenteng Kecamatan Toroh pada Selasa, 7 November 2023. Peresmian ini juga digelar secara serentak oleh Kapolda Jawa Tengah secara daring melalui saluran vidcon.
Dengan adanya bantuan sumur bor ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat pada musim kemarau ini. Bupati juga mengingatkan kepada masyarakat yang telah mendapatkan bantuan sumur bor, apabila sudah memasuki musim penghujan tetap dirawat sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu diperlukan.
Di akhir sambutannya, Bupati kembali mengingatkan bahwa bantuan dari Polres maupun dari Pemerintah Kabupaten Grobogan tidak akan ada artinya jika tidak bisa bijak dalam penggunaan bantuan air yang telah diberikan. Sehingga kerjasama senantiasa diperlukan dalam memaksimalkan bantuan yang sudah diberikan untuk digunakan dengan sebaik mungkin.