- Read Time: 1 min
Grobogan - Tidak seperti hari biasanya, Kamis (15/6/2023), siswa-siswi SDN 1 Karangwader Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan tampak masih berada di sekolah mereka sekira pukul 14.00 WIB. Meski cuaca cukup terik mereka tampak antusias. Dengan membawa bendera merah putih plastik di tangan mereka sabar menanti kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hendak meninjau sekolah mereka. Di luar sekolah, masyarakat juga tampak ramai menanti kedatangan orang nomor 1 di Jawa Tengah ini.
Tinjauan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas adanya laporan kepada Gubernur, tertanggal 31 Maret 2023, dengan rincian aduan LGWP45371714, tertanda Orang tua siswa SDN 1 Karang Wader Kec. Penawangan Kab. Grobogan terkait kondisi sekolahan yang rusak berat.
Meski dirobohkan, siswa-siswi dan juga warga yang berdesak-desakan di lokasi tinjauan justru memberikan tepuk tangan dan teriakan hore. Kondisi itu membuat Gubernur Ganjar kebingungan, pasalnya sekolah hendak dirobohkan, tetapi orangtua/wali dan murid justru berseru kegirangan. Padahal dalam benaknya masih belum diketahui mekanisme sekolah darurat sementara.
Grobogan - Aula SMA N 1 Kradenan Kabupaten Grobogan menjadi bergema oleh teriakan histeris para siswa-siswi menyambut kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, S.H., M.IP, Kamis (15/6/2023).
Gubernur Ganjar berpesan kepada para guru, bakat dan minat generasi saat ini terkadang berbeda dengan cara pandang masyarakat umum atau lingkungannya. Menurut Ganjar, selama hal itu positif, maka perlu untuk didukung.
Grobogan - Pemberian hibah dan bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Kabuputen (Pemkab) Grobogan kepada lembaga keagamaan, sejatinya dimaksudkan guna mengajak partisipasi aktif dari masyarakat dan stakeholders lainnya dalam upaya percepatan pembangunan sesuai dengan prioritas pembangunan Kabupaten Grobogan.
Lebih lanjut, Sekda Sumarsono menyampaikan sampai triwulan kedua ini, dari 173 lembaga keagamaan yang menerima hibah fisik, baru 62 lembaga yang mengajukan di Bagian Kesra Setda Grobogan. Sedangkan dari 6.000 ustadz-ustadzah dari 19 kecamatan yang mengajukan bansos, baru 10 kecamatan yang sudah mengajukan pencairan ke Bagian Kesejahteraan Rakyat.