- Admin Setda
- Read Time: 1 min

Purwodadi— Tiga abad perjalanan Kabupaten Grobogan menjadi momen refleksi, menengok ke belakang untuk evaluasi, menjalani masa kini dengan penuh tanggung jawab, dan merancang masa depan yang lebih baik. Rabu (4/3/2026), peringatan Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan digelar di Alun-Alun Purwodadi, dengan Bupati Setyo Hadi sebagai inspektur upacara.
Bupati Setyo Hadi menyampaikan bahwa perjalanan satu tahun memimpin bersama Wakil Bupati sudah diwarnai berbagai upaya perbaikan dan pembangunan. “Saya bersama pak Wakil Bupati memang baru satu tahun mengemban amanah… kami haturkan terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan sehingga berbagai perbaikan, pembangunan dan prestasi bisa kita raih bersama,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen daerah, bukan sekadar upaya individu.
Beberapa capaian yang disinggung antara lain opini WTP sepuluh kali berturut-turut, predikat Daerah Sangat Inovatif, penghargaan STBM Madya, Kabupaten/Kota Sehat kategori Swasti Saba Padapa, serta skor Survei Penilaian Integritas (SPI) 82,05 yang masuk kategori “Terjaga”.
Prestasi lain meliputi Penghargaan Bhumandala Kanaka dan Pelopor Pusdalops terbaik untuk penanggulangan kebencanaan, Indeks Harmoni Indonesia, Indeks Reformasi Hukum predikat Istimewa, Kabupaten menuju Informatif, dan sebagainya. Semua capaian ini menjadi pijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja daerah.
Bupati Setyo Hadi menegaskan pentingnya merawat fondasi pembangunan yang telah dibangun pemimpin terdahulu. Dengan tema Nyawiji Mbangun Desa Nata Kutha, ia menekankan pembangunan desa sebagai fondasi kemajuan sekaligus penataan kota agar tertib, nyaman, dan berdaya saing.
Peringatan ini dirangkaikan dengan HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-107 Damkar. Satpol PP dan Satlinmas menegaskan peran strategis dalam menjaga ketertiban dan perlindungan masyarakat, sedangkan Damkar terus hadir sebagai garda terdepan dalam penyelamatan jiwa dan harta benda. Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi aparat, menekankan bahwa kehadiran mereka menjadi wujud nyata perlindungan bagi warga.
Upacara diikuti pula oleh Wakil Bupati H. Sugeng Prasetyo, Sekda Anang Armunanto beserta para kepala perangkat daerah, para mantan Bupati dan Wakil Bupati, Sekda periode sebelumnya, Forkopimda, pimpinan DPRD, instansi vertikal, pimpinan BUMN-BUMD, camat, lurah/kades, serta tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran mereka menambah konteks kesinambungan pengabdian seluruh elemen daerah.
Momentum tiga abad ini menjadi pengingat bahwa pembangunan adalah proses berkelanjutan. Evaluasi capaian dan refleksi atas perjalanan satu tahun terakhir menjadi pijakan bagi langkah-langkah ke depan, dengan persatuan, sinergi, dan tanggung jawab bersama sebagai fondasi. (jsa)





