
Purwodadi— Di tengah derasnya arus perubahan ekonomi digital, semangat kewirausahaan menjadi napas baru bagi generasi muda. Mereka tidak hanya dihadapkan pada pilihan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga ditantang untuk menciptakan peluang, membuka lapangan kerja, dan memberi manfaat bagi lingkungannya.
Semangat tersebut tampak dalam ajang Kompetisi Wirausaha Muda Kabupaten Grobogan Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) di salah satu hotel di Purwodadi, Selasa (21/10/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pemuda untuk menampilkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan Anang Armunanto hadir sebagai juri kehormatan bersama jajaran dewan juri lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Sekda bersama para juri meninjau hasil karya dan produk para finalis yang menampilkan beragam inovasi berbasis potensi daerah—mulai dari kuliner, kriya, hingga jasa kreatif. Dalam pandangannya, semangat dan kreativitas peserta mencerminkan optimisme generasi muda Grobogan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan digitalisasi.
Sepuluh finalis terpilih menampilkan karakter dan inovasi masing-masing: Taufigur Rohman dengan Omah Sayur berbasis sistem hidroponik, Eka Pratiwi dengan Tiwi’s Craft yang mengangkat kerajinan tangan lokal, Anastasya Jundy Wynona melalui Yuyu Cake and Cookies, Dina Amalina dengan The Serai Kedai Ibun, Subur Utomo dengan jasa pelatihan setir mobil Nisma, Arif Ariyanto dengan budidaya ayam super Joper Jawa, Tia Puji Astuti melalui BYTICRAFT Mahar Seserahan Wirosari, Siti Mei Saroh dengan Griya Jahit Ubaid, David Arta Pramana dengan Pathil Lele Farm, serta Atma Parendra dengan Warkop Bersemi yang memadukan wirausaha dan ruang kreatif.
Mereka adalah contoh nyata generasi muda yang memanfaatkan potensi lokal, teknologi digital, dan semangat kemandirian untuk membangun usaha produktif. Melalui kompetisi ini, para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar, berjejaring, dan memperkuat daya saing dalam menghadapi perubahan zaman.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem wirausaha muda yang tangguh dan berkelanjutan. Pemerintah daerah terus mendorong penguatan kapasitas melalui pendampingan, pelatihan, serta dukungan akses pembiayaan agar usaha rintisan dapat berkembang pasca-kompetisi.
Lebih dari sekadar perlombaan, ajang ini merupakan gerakan bersama untuk menyiapkan generasi produktif yang siap menghadapi tantangan masa depan. Dari sinilah lahir optimisme bahwa bonus demografi dapat menjadi kekuatan nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Karena pada akhirnya, setiap usaha besar selalu berawal dari langkah kecil, dan setiap kegigihan akan menemukan jalannya menuju keberhasilan. (jsa)