- Read Time: 1 min
Magelang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan kembali membuktikan prestasinya dengan meraih Penghargaan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Awards 2023 pada Kamis malam (7/12/2023) di Magelang. Penghargaan ini diterima oleh Bupati Grobogan, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Grobogan, Padma Saputra, S.Sos., M.M.
Pengakuan atas keberhasilan Pemkab Grobogan dalam menerapkan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya datang dari Gubernur Jawa Tengah, namun sebelumnya, Pemkab Grobogan juga meraih Anugerah Meritokrasi 2023 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Yogyakarta pada Kamis pagi.
Pj. Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, S.E., M.M., menjelaskan bahwa Penghargaan Gubernur Jateng Award Tahun 2023 diberikan kepada kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang berhasil menerapkan sistem merit dalam manajemen ASN dengan predikat "baik".
Sekda Jateng Sumarno menegaskan bahwa dalam sistem merit, semua ASN memiliki peluang yang setara untuk berkompetisi secara terbuka dan objektif guna menempati suatu jabatan.
"Sistem merit adalah cara efektif untuk menciptakan pemimpin-pemimpin dengan jenjang karier yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah menciptakan instrumen untuk pengelolaan sumber daya manusia yang lebih baik," ungkap Sumarno.
Sekda Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si., pada kesempatan lain menegaskan langkah-langkah signifikan Pemkab Grobogan dalam meningkatkan manajemen ASN. Sekda Anang menjelaskan bahwa Pemkab Grobogan fokus pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja sebagai pilar utama, dengan mendukung prinsip-prinsip objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan, bertujuan untuk menciptakan sistem merit yang efektif.
Tambahnya, Sistem merit diperkenalkan dengan tujuan utama merekrut ASN yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga menempatkan mereka pada jabatan yang sesuai dengan kompetensinya. Proses ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan tugas-tugas birokrasi, menciptakan dampak positif bagi masyarakat penerima layanan publik.
Bupati Grobogan, Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M., mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas apresiasi yang diberikan. Ia berharap penghargaan ini akan menjadi pemacu semangat Pemkab Grobogan dalam mengimplementasikan sistem merit guna mendukung tata kelola pemerintahan yang semakin baik dan andal.
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkab Grobogan atas kerja keras dan kerjasama yang baik selama ini. Dengan harapan bahwa pencapaian ini akan semakin memicu semangat untuk terus membangun Kabupaten Grobogan yang lebih sejahtera, berdaya saing, beriman, dan berbudaya.
(Protkompim— JSA/HNsT)
Yogyakarta — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan terus menorehkan berbagai prestasi dan penghargaan, dengan yang terbaru adalah Anugerah Meritokrasi Tahun 2023 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Pada upaya terbaru dalam penerapan Sistem Merit untuk manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), Kabupaten Grobogan meraih penghargaan prestisius ini.
Raihan gemilang ini mencerminkan hasil kerjasama yang solid antara semua perangkat daerah Kabupaten Grobogan dan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Grobogan dalam penerapan manajemen ASN yang efektif dan transparan.
Purwodadi - Bupati Grobogan, Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M., menyoroti peran ganda anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) dalam menjadi pendamping suami dan pengelola rumah tangga. Bupati Sri Sumarni menekankan bagaimana suami dari para anggota DWP, yang merupakan ASN/pegawai BUMN/BUMD, menghadapi tuntutan pelayanan masyarakat yang kian kompetitif.
Selain sebagai pendamping suami, Bupati menekankan peran penting anggota DWP sebagai Ibu rumah tangga. Ini termasuk membina keluarga, mengasuh anak, dan menjaga kerukunan untuk tetap harmonis. Ia juga menyoroti perkembangan anak zaman sekarang yang cenderung menginginkan hal praktis dan instan, menekankan perlunya perhatian dan pengawasan lebih dalam pola asuh yang tepat.