- Read Time: 1 min
Grobogan - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan Dr. Ir. Mohamad Sumarsono, M.Si menilai penelitian yang berkualitas sangat dibutuhkan Pemerintah dalam proses perencanaan pembangunan maupun perumusan kebijakan pemerintah lainnya. Sehingga dirinya berharap perangkat daerah agar menjadikan hasil-hasil penelitian sebagai referensi dalam perencanaan pembangunan dan perumusan kebijakan.
“Melalui penelitian yang berkualitas akan diperoleh data-data yang akurat, analisis yang tepat, argumentasi yang kuat, maupun dapat memberi alternatif solusi dan penanganan terhadap suatu permasalahan”, ujar Sekda Sumarsono.
Pernyataan itu disampaikannya saat membuka acara Diseminasi Hasil-Hasil Penelitian Tahun 2022 Kabupaten Grobogan untuk Perencanaan Pembangunan Berkelanjutanyang diselenggarakan di Gedung Riptaloka Setda Grobogan, Kamis (11/5/2023).
Sekda Sumarsono meminta kepada perangkat daerah agar dapat menjadikan hasil-hasil penelitian yang diseminasikan ini sebagai referensi dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan strategis ke depan. Sehingga, harapannya dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Grobogan.
Lebih lanjut, Sekda Sumarsono menyoroti beberapa isu strategis yang dihadapi Kabupaten Grobogan. Di antaranya fenomena tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Grobogan, strategi optimasi pengelolaan hutan, dan juga isu kebencanaan.
“Walaupun (angka pernikahan dini) cenderung turun di Tahun 2022 sebanyak 872 kasus, tapi ini masih merupakan angka yang tinggi dan sangat memprihatinkan, sehingga harus terus kita tekan & kendalikan”, jelasnya.
Terkait optimasi pengelolaan hutan, Sekda Sumarsonono menyebut bahwa hampir 35% dari total luas wilayah Kabupaten Grobogan merupakan kawasan hutan produksi. Pihaknya menyoroti bagaimana strategi untuk mengoptimalkan kawasan hutan tersebut untuk sebesar-besa kesejahteraan rakyat tanpa mengobarkan fungsi ekologi.
“Masalah kewenangan pengelolaan, degradasi kawasan hutan, kawasan karst, potensi wisata maupun pemanfaatan kawasan hutan lainnya memerlukan strategi optimasi pengelolaan hutan yang dapat memberi nilai tambah bagi ekonomi masyarakat, berfungsi sosial dan tanpa mengorbankan fungsi ekologi”, ungkapnya.
Sementara itu, menyoal isu kebencanaan, banjir dan kekeringan kata Sekda Sumarsono adalah kejadian yang setiap tahun dihadapi Kabupaten Grobogan. Hal ini, kata dia tidak dapat terlepas dari permasalahan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Oleh karenanya, perlu dilakukan penanganan komprehensif dari hulu hingga hilir.
“Konservasi DAS berbasis desa perlu dilakukan sebagai bentuk penanganan komprehensif hulu hingga hilir”, terangnya.
Adapun selaku narasumber pada acara tersebut Prof .Dr.Ir. Sriyana, M.S (Guru Besar Teknik Sipil UNDIP), Djoko Suprijadi, S. Hut, M.Cs (Akademisi UGM) dan Dr. Dra. Indra Kertati , M.Si (Dewan Riset Daerah Kabupaten Grobogan).
Turut hadir dalam acara tersebut Perwakilan dari Pengadilan Agama Purwodadi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan, Kepala BAPPEDA Kabupaten Grobogan, Staf Ahli Bupati bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, serta tamu undangan lainnya.
(Protkompim— JSA)
Grobogan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan secara massif menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan Dr. Ir. Mohamad Sumarsono, M.Si menyebut bahwa upaya penanggulangan bencana bukanlah kerja sektoral, melainkan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah/ pemerintah daerah, unsur masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta media massa.
Lanjutnya, pihaknya berharap dengan mengikuti pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas segenap komponen dalam menghadapi bencana sekaligus memperkuat kembali jejaring komunikasi serta meningkatkan semangat gotong royong menghadapi bencana.
Grobogan - Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M., meminta pengurus beserta anggota Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kabupaten Grobogan masa bakti 2022-2026 menjalankan perannya secara optimal dan mampu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam penanganan kasus stunting, penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB), penurunan kemiskinan ekstrim, dan permasalahan lainnya.
Selain itu, Bupati Sri Sumarni juga mengajak para apoteker bersama-sama melakukan reformasi di bidang kefarmasian, termasuk memprioritaskan penyediaan obat buatan dalam negeri.
Sementara Siti Zulifat menyampaikan bahwa IAI Cabang Grobogan siap menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik dengan stakeholder Kabupaten Grobogan, organisasi profesi tenaga kesehatan lainnya, dan institusi lainnya.