- Read Time: 1 min
Purwodadi – Dalam pembukaan Rapat Evaluasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) di Gedung Riptaloka Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan, Kamis (16/11/2023), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si menekankan bahwa LPPD menjadi patokan bagi pemerintah pusat dalam menilai kemampuan setiap daerah, baik dalam skala nasional maupun perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Semarang - Predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diraih sebanyak 8 (delapan) kali berturut-turut serta berbagai penghargaan demi penghargaan yang telah berhasil dikantongi Pemerintah Kabupaten (Pemkab Grobogan) tidak hanya menjadi sumber kebanggan, tetapi juga memunculkan semangat untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan.
Itu disampaikannya saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Semester II Tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Grobogan yang diselenggarakan di Semarang, Senin (12/11/2023).
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si. menyuarakan dalam konteks pembenahan, dewasa ini terdapat sebuah paradigma baru yang diharapkan dapat memacu efektivitas peran APIP. "Perubahan paradigma dari Watch Dog menuju Konsultan dan Katalis”, kata Sekda Anang Armunanto
Sarirejo - Bertempat di balai desa Sarirejo Kecamatan Ngaringan, Bupati Grobogan, Sri Sumarni membuka secara resmi gelaran Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Grobogan, (14/11/2023).
Sri Sumarni juga menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional memiliki beberapa tujuan yang positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Grobogan, Suwarno melaporkan bahwa penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah ini sudah dilaksanakan sebelumnya 2 kali yakni di kantor Kecamatan Tanggungharjo dan Desa Kunden Kecamatan Wirosari. sedangkan untuk pelaksanaan di Desa Sarirejo ini adalah untuk kali ketiga. "Adapun komoditas pangan yang disediakan yakni beras sebanyak 2,5 ton dengan harga Rp 52.000,- per 5kg, telur 500 kg dengan harga Rp 24.000,-/kg, minyak goreng sebanyak 500 liter dengan harga Rp 14.000,-/liter, bawang merah sebanyak 150 kilogram dengan harga jual Rp 7.000,- per setengah kilogram, Bawang putih sebanyak 100 kg dengan harga Rp 6.000,- /seperempat kilo, cabe rawit sebanyak 50 kilogram dengan harga jual Rp 5.000,-/ pack," ujar Suwarno.