- Read Time: 1 min
Pendopo – Bupati Grobogan Melantik dan Mengambil Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional Serta Mengukuhkan Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Grobogan pada Rabu (01/11/2023).
Pengambilan sumpah, yang diikuti dengan pelantikan adalah kewajiban yang harus dilakukan bagi setiap ASN yang diberikan tugas dalam sebuah jabatan, baik melalui Mutasi maupun Promosi.
“Pelantikan dalam jabatan, baik rotasi maupun promosi adalah hal biasa, dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan Tentunya melalui tahapan sesuai ketentuan peraturan, dan pertimbangan obyektif lainnya,” tegas Bupati.
Pengembangan karier pegawai, tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja tugas dan pelayanan publik agar tetap berjalan dengan baik.
Setiap ASN tentunya tidak selamanya bertugas dalam suatu jabatan yang sama, diperlukan rotasi untuk penyegaran dan menyesuaikan kebutuhan organisasi. Bupati juga menambahkan bahwa salah satu langkah untuk regenerasi pejabat yang telah memasuki masa purna tugas adalah melalui jalur promosi.
“Ada yang memasuki purna tugas dan terjadi kekosongan, maka regenerasinya dengan promosi. Semua berjalan secara alamiah, ibarat roda terus berputar,” imbuh Bupati.
Bupati juga menegaskan kembali kepada para pejabat yang dilantik untuk dapat segera beradaptasi dengan tugas baru dan jangan sampai malu bertanya jika dalam tugas yang baru tersebut memang belum dikuasai. Semua dimaksudkan agar tugas dan fungsi baik sebagai pejabat struktural, administrator, pengawas, dan fungsional maupun Kepala Sekolah dapat dijalankan dengan maksimal.
Dalam laporan yang disampaikan Kepala BKPPD Kabupaten Grobogan, Padma Saputra menyebutkan bahwa Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator sejumlah 11 orang pejabat, mutasi kepala sekolah sejumlah 7 orang pejabat, promosi kepala sekolah baru sejumlah 27 orang pejabat, serta pada jabatan administrator dan pengawas sejumlah 10 orang pejabat.
Hadir dalam pelantikan tersebut sejumlah pejabat di lingkungan kabupaten Grobogan, Kepala OPD Kabupaten Grobogan serta tamu undangan lainnya.
(Protkompim : AZs-HNsT)
Grobogan – Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M. menyebut awal bulan November merupakan masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan. Fakta empiris menunjukkan ketika masa peralihan (pancaroba), bencana hidrometeorologi berpotensi terjadi.
Menghadapi kondisi itu, Bupati Grobogan, Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M. saat memimpin apel siaga bencana meminta semua pemangku kepentingan di Kabupaten Grobogan untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi lintas sektor serta komitmen yang kuat dalam upaya pencegahan, mitigasi, dan meningkatkan kesiapsiagaan.
Pihaknya berharap, sinergi dan kolaborasi dari segenap unsur pentahelix penanggulangan bencana, yakni Pemerintah, Dunia Usaha, Masyarakat, Akademisi serta dukungan Media Massa, dapat semakin meningkatkan pemahaman, kesiapsiagaan, dan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana. Sehingga, slogan “Tingkatkan Ketangguhan Desa, Kurangi Resiko Bencana”, dapat mewujud nyata.
Pada kesempatan itu, Sekda Anang Armunanto mengajak sinergi lintas instansi dalam upaya percepatan perekaman KTP-el ini. Dirinya meminta perangkat daerah terkait dapat melakukan penyebarluasan informasi kepada masyarakat di berbagai media pertemuan, termasuk memobilisasi warga yang belum melakukan perekaman KTP-el agara segera melakukan perekaman.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Grobogan, Achmad Basuki Mulyono, S.Sos., M.M. menyampaikan Dispendukcapil Kabupaten Grobogan telah melakukan beragam langkah percepatan perekaman KTP-el ini. Kata dia, Dispendukcapil secara aktif melakukan jemput bola ke LAPAS, ke sekolah-sekolah (SLTA/Sederajat), juga secara aktif melakukan perekaman disabilitas, serta perekaman ke desa-desa atau kelurahan.