- Read Time: 1 min
Purwodadi - Gelar Pengawasan Daerah (LARWASDA) Kabupaten Grobogan Tahun 2023 menjadi ajang penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan untuk menegaskan komitmen dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Sambutan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si., yang membacakan pidato Bupati Grobogan, menyampaikan pesan utama tersebut pada acara yang berlangsung di Hotel 21 Purwodadi, Selasa (12/12/2023).
Sekda Anang menegaskan peran krusial Pengawas Internal/Inspektorat, terutama dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pengawasan internal merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas Inspektorat/APIP. Pemberian sambutan tersebut juga menandai pentingnya sinergi antara Inspektorat dan Bupati sebagai langkah strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan menunjukkan tekad kuat dalam mendorong pengarusutamaan gender melalui Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG). Sebagai salah satu inisiatif untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan responsif gender, langkah ini menjadikan Grobogan satu langkah lebih maju dibandingkan daerah sekitarnya.
Proses integrasi isu gender dalam program dan kegiatan pembangunan di daerah ini menjadi sangat penting dan harus dilakukan bersama-sama oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga masyarakat, serta stakeholder terkait. Mengingat isu gender merupakan isu strategis sehingga diperlukan penanganan secara komprehensif dan berkelanjutan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi program yang disusun melalui perencanaan dan penganggaran yang tepat.
Purwodadi - Suasana pagi di Kabupaten Grobogan terbuka cerah, seiring dengan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), BAPPEDA, BPPKAD, dan Satpol PP Kabupaten Grobogan yang berkumpul di halaman Setda, Senin pagi (11/12/2023). Mereka tak hanya hadir untuk apel rutin, tetapi juga untuk meresapi falsafah Jawa yang dihadirkan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Asisten Sekda), Catur Suhantoro, S.H., M.M.
Menyoroti pentingnya berpakaian rapi dan tertib, Catur menekankan bahwa hal tersebut tak selalu terkait dengan kemewahan pakaian. "Pakaian tidak harus mahal, tetapi berpakaian rapi dan tertib sudah menciptakan citra positif," tuturnya. Menurutnya, citra positif ini menjadi kunci untuk menciptakan kondusifitas di lingkungan kerja yang akhirnya berdampak positif pada kinerja.