- Admin Setda
- Read Time: 1 min

Setelah mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan secara daring, Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan (Sekda Grobogan), Anang Armunanto, S.Sos., M.Si. tak berlama-lama bersantai. Di Sabtu siang yang cerah, 17 Agustus 2024, ia langsung melangkah menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Purwodadi, membawa misi yang lebih dari sekadar kunjungan formal.
Tak sendiri, Sekda Anang ditemani oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Heru Dwi Cahyono, serta Kepala Bagian Hukum Setda, Riadqa Priambodo. Di lokasi, mereka disambut hangat oleh Kepala Lapas, Herman Anwar, dan Direktur Utama PT BPR BKK Purwodadi (Perseroda), Anita Fitriani Yusuf, yang sudah lebih dulu tiba. Kunjungan ini, meski singkat, menyimpan pesan besar tentang kepedulian pemerintah terhadap warga binaan pemasyarakatan.

Kedatangan Sekda Grobogan di Lapas Kelas II B Purwodadi menjadi momen penting, terutama di tengah peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah beberapa saat berdialog dan beramah tamah, Sekda Anang menyerahkan sejumlah hidangan siap saji kepada perwakilan narapidana yang tergabung dalam kelompok "Tamping"—tahanan pendamping yang membantu pegawai dalam berbagai kegiatan di dalam Lapas, mulai dari kebersihan, keagamaan, hingga kegiatan industri. Total ada 300 kotak hidangan siap saji yang diserahkan.
Pemberian hidangan ini bukan sekadar seremonial belaka. Di balik gesture sederhana ini, terdapat pesan mendalam tentang pentingnya rasa kemanusiaan dan solidaritas, bahkan kepada mereka yang tengah menjalani hukuman. Kepedulian ini mungkin kecil, namun diharapkan dapat memberikan semangat dan harapan bagi para warga binaan dalam menjalani masa hukuman mereka.
Bagi Pemerintah Kabupaten Grobogan, momentum kemerdekaan menjadi pengingat akan tanggung jawab sosial terhadap seluruh warganya, termasuk mereka yang berada di balik jeruji besi. Kegiatan ini seolah menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak semua orang, tanpa terkecuali.
Saat matahari mulai meninggi, Sekda Anang dan rombongan pamit dari Lapas Kelas II B Purwodadi. Di luar tembok tinggi Lapas, kehidupan terus berjalan, namun di dalamnya, sepiring santapan dan sapaan hangat dari pemerintah menjadi angin segar bagi mereka yang menjalani masa pembinaan. Kunjungan ini, walau tampak sederhana, memberi makna baru akan arti kemerdekaan: kebebasan dalam keterbatasan dan harapan dalam kesederhanaan.
(Protkompim—JSA)
Langit cerah di Alun-Alun Purwodadi menyambut ratusan peserta upacara yang berdiri khidmat pada Sabtu pagi, 17 Agustus 2024. Di tengah suasana khusyuk itu, Bupati Grobogan, Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M., tampil sebagai Inspektur Upacara, membacakan pesan penuh makna dari Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Tengah. Dalam pidato tersebut, tersirat ajakan untuk terus membangun Nusantara yang maju, dengan semangat kebersamaan dan inovasi sebagai landasan.
Dalam pidatonya, Bupati Sri Sumarni menyampaikan kabar baik tentang perekonomian Jawa Tengah yang tumbuh sebesar 4,92% pada Triwulan II-2024, inflasi terkendali di angka 1,86%, dan tingkat pengangguran yang turun menjadi 4,39%. Angka kemiskinan ekstrem juga mencatat penurunan signifikan dari 1,97% di tahun 2022 menjadi 1,11% pada tahun 2023. Prestasi-prestasi di bidang kesehatan, seperti penurunan prevalensi stunting dan penghargaan atas upaya penurunan angka kemiskinan, turut disampaikan sebagai bukti nyata hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat.
Bupati Grobogan, Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M., menyampaikan permohonan maaf dan refleksi pencapaian selama delapan tahun masa kepemimpinannya pada Malam Tirakatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI.
Selama dua periode, atau hampir delapan tahun kepemimpinannya, Bupati Sri Sumarni merasa waktu tersebut terasa singkat untuk melaksanakan banyak hal. Namun, berbagai pencapaian berhasil diraih. Meskipun dihadapkan dengan keterbatasan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan telah berupaya melakukan berbagai perubahan.