- Read Time: 1 min
Purwodadi – Pasar rakyat atau lebih dikenal dengan istilah pasar tradisional keberadaannya sedikit mengalami penurunan baik jumlah pengunjung maupun omzet yang diperoleh para pedagang. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Grobogan, Sri Sumarni saat menghadiri Gebyar Pasar Pagi bersama Bank BKK Purwodadi di Pasar Pagi Purwodadi, Selasa (11/2).
“Memang ada beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah pengunjung yang dibarengi dengan penurunan omzet. Antara lain masih adanya stigma masyarakat yang menganggap bahwa kondisi pasar tradisional itu kumuh, bau, kotor dan anggapan kurang terjaminnya mutu barang yang diperdagangkan,” papar Bupati.
Bupati menambahkan beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemkab Grobogan diantaranya dengan melakukan revitalisasi infrastruktur pasar yang ada di wilayah Kabupaten Grobogan dan melakukan pembinaan kepada pengelola pasar maupun pedagang pasar.
“Untuk mewujudkan pasar yang tertib, bersih, aman, nyaman serta berdaya saing tentunya sangat dibutuhkan kerjasama dan koordinasi yang baik antara pedagang, pengelola serta pengunjung yang berinteraksi bersama dalam proses jual beli barang dan jasa yang ada di pasar rakyat,” tegas Bupati.

Jakarta – Pemerintah Kabupaten Grobogan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Jakarta, di Wisma Antara Auditorium Adhiyani Lt 2 Jalan Merdeka Selatan no 17 Gambir Jakarta pusat pada Jum,at (7/2). Bertindak dalam penandatanganan kerjasama tersebut Bupati Grobogan, Sri Sumarni didampingi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Grobogan, Wiku Handoyo sedangkan dari LKBN adalah Direktur Utama, Meidyatama Suryodiningrat.